Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Senin, 08 Juni 2026 - 15:58 WIB
Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan pada hari ini, Senin (8/6/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terburuk dengan ditutup melemah 151 poin atau sekitar 0,84 persen ke level Rp18.187 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta menguatnya ekspektasi suku bunga tinggi di AS.
"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan yang mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Menurut Ibrahim, sentimen utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berasal dari kembali memanasnya konflik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk fasilitas petrokimia di wilayah barat daya negara tersebut. Situasi itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global dan mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman.
"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan yang mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Menurut Ibrahim, sentimen utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berasal dari kembali memanasnya konflik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk fasilitas petrokimia di wilayah barat daya negara tersebut. Situasi itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global dan mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman.
Lihat Juga :