AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Senin, 15 Juni 2026 - 11:24 WIB
Sebelumnya, pasar telah mengantisipasi tercapainya kerangka kesepakatan pada akhir pekan ini. Pada perdagangan Jumat (12/6), harga minyak untuk pertama kalinya sejak pekan pertama konflik kembali berada di bawah USD90 per barel. Namun demikian, harga masih jauh di atas level sebelum perang yang berada di bawah USD70 per barel.
Pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman dengan AS telah difinalisasi dan dijadwalkan ditandatangani pada Jumat mendatang di Swiss. Baik Washington maupun Teheran juga memberi sinyal bahwa blokade pelabuhan Iran oleh AS akan dicabut sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tersebut.
Trump juga menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akan kembali dibuka tanpa pungutan tambahan setelah proses pembersihan ranjau selesai dilakukan. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut selalu menjadi perhatian utama pelaku pasar energi.
Meski demikian, para analis menilai normalisasi pasokan minyak global tidak akan terjadi secara instan. Sejumlah ladang minyak di Timur Tengah masih memerlukan waktu beberapa pekan untuk kembali beroperasi penuh setelah produksi dihentikan selama konflik berlangsung. Selain itu, sejumlah fasilitas energi yang mengalami kerusakan juga harus diperbaiki sebelum kapasitas produksi kembali normal.
Baca Juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman dengan AS telah difinalisasi dan dijadwalkan ditandatangani pada Jumat mendatang di Swiss. Baik Washington maupun Teheran juga memberi sinyal bahwa blokade pelabuhan Iran oleh AS akan dicabut sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tersebut.
Trump juga menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akan kembali dibuka tanpa pungutan tambahan setelah proses pembersihan ranjau selesai dilakukan. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut selalu menjadi perhatian utama pelaku pasar energi.
Meski demikian, para analis menilai normalisasi pasokan minyak global tidak akan terjadi secara instan. Sejumlah ladang minyak di Timur Tengah masih memerlukan waktu beberapa pekan untuk kembali beroperasi penuh setelah produksi dihentikan selama konflik berlangsung. Selain itu, sejumlah fasilitas energi yang mengalami kerusakan juga harus diperbaiki sebelum kapasitas produksi kembali normal.
Baca Juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Lihat Juga :