Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko

Jum'at, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB
“Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong fear maupun euforia pasar,” ujarnya.

Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga menghapus forward guidance atau panduan eksplisit terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Langkah tersebut membuat pasar semakin bergantung pada data ekonomi terkini seperti inflasi, kondisi tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter.

Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke USD60.000, Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Picu Kekacauan

Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas untuk mengkaji sejumlah aspek kebijakan The Fed, mulai dari komunikasi, neraca keuangan, sumber data, kerangka pengendalian inflasi, hingga produktivitas dan dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap perekonomian.

Aloysia menilai masuknya isu produktivitas dan AI dalam fokus kajian The Fed menunjukkan bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor struktural baru yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Sebab itu, investor dinilai perlu memahami perkembangan ekonomi secara lebih luas dan tetap menerapkan manajemen risiko serta diversifikasi investasi dalam menghadapi volatilitas pasar kripto.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!