Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Minggu, 21 Juni 2026 - 21:02 WIB
"Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi," jelasnya.
Pulau Sembur merupakan pulau kecil yang berada di gugusan Pulau Galang dan hanya dapat diakses menggunakan transportasi laut sekitar 1 jam dari Batam. Selama ini masyarakat di pulau tersebut belum menikmati pasokan listrik yang memadai dan masih mengandalkan genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional yang tinggi. Pulau Sembur dipilih sebagai lokasi proyek berbasis energi baru dan terbarukan ini karena memenuhi sejumlah kriteria utama pengembangan KDKMP, yakni telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan, sudah terbentuk KDKMP namun belum terhubung jaringan listrik.
Nur Hidayati menyampaikan bahwa pada tahap pertama ini, seluruh panel surya telah terpasang, dan sistem baterai telah berhasil dikirim dan tiba di lokasi proyek dimana pada tahap pertama ini PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh). Nantinya, keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh).
Saat ini, lanjut dia, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari, yang nantinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat. Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 dan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.
Sementara itu Panel Barus menjelaskan bahwa kebermanfaatan proyek juga mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pembangunan. Setelah beroperasi, PLTS akan menjadi faktor produksi utama listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau, dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.
Pulau Sembur merupakan pulau kecil yang berada di gugusan Pulau Galang dan hanya dapat diakses menggunakan transportasi laut sekitar 1 jam dari Batam. Selama ini masyarakat di pulau tersebut belum menikmati pasokan listrik yang memadai dan masih mengandalkan genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional yang tinggi. Pulau Sembur dipilih sebagai lokasi proyek berbasis energi baru dan terbarukan ini karena memenuhi sejumlah kriteria utama pengembangan KDKMP, yakni telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan, sudah terbentuk KDKMP namun belum terhubung jaringan listrik.
Nur Hidayati menyampaikan bahwa pada tahap pertama ini, seluruh panel surya telah terpasang, dan sistem baterai telah berhasil dikirim dan tiba di lokasi proyek dimana pada tahap pertama ini PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh). Nantinya, keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh).
Saat ini, lanjut dia, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari, yang nantinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat. Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 dan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.
Sementara itu Panel Barus menjelaskan bahwa kebermanfaatan proyek juga mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pembangunan. Setelah beroperasi, PLTS akan menjadi faktor produksi utama listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau, dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.
Lihat Juga :