Ini 5 Grand Plan Transportasi Udara, Bali Bakal Jadi Super Hub

Selasa, 22 September 2020 - 09:55 WIB
Pembangunan ke-37 rute konektivitas ini bertujuan untuk mempermudah transaksi logistik yang menghubungkan satu kecamatan dengan kecamatan lainnya di pedalaman Papua. Dengan begitu, disparitas harga logistik dapat dipangkas atau dihilangkan.

Saat ini, Papua memiliki 109 rute penerbangan yang dikoneksikan menggunakan pesawat udara. Dari 109 itu, terbagi di beberapa daerah di Papua seperti, Timika ada 7 rute, Dikai 10 rute, Masamba 2 rute, Tarakan 3 rute, dan Tanah Merah 5 rute.

Kedua, pembangunan 21 bandar udara baru dalam hal untuk prioritas konektifitas bandar udara. Ketiga, rehabilitas dan pengembangana untuk 175 bandar udara.

"Mega proyek ini bertujuan untuk mendukung tiga kawasan prioritas di antaranya, Kawasan Industri (KI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)," urainya.

Keempat, pembangunan bandara perairan (seaplane airport). Pembangunan bandara ini untuk mendukung pariwisata domestik. Pemerintah akan membangun 5 bandar udara perairan untuk wisata khususnya di daerah perairan. Karena sebagian besar wilayah Indonesia berada di perairan, jadi pengembangan seaplane ini juga menjadi fokus pemerintah. (Baca juga: 5 Bandara Perairan Dibangun, Kontraktor Swasta Silahkan Masuk )

Dia mengungkapkan, saat ini ada 10 daerah yang tengah dipelajari untuk dibangun bandara perairan. Kesepuluh daerah tersebut yaitu Danau Toba-Sumatera Utara, Pulau Senua-Kepulauan Riau, Pulau Gili Iyang-Jawa Timur, Derawan Berau-Kalimantan Timur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!