Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara

Senin, 29 Juni 2026 - 20:19 WIB
Ia menjelaskan semakin terbukanya ruang bagi produk murah justru berpotensi mempercepat pergeseran konsumsi ke segmen bawah. Menurut dia, kondisi tersebut bukan hanya menyangkut akses masyarakat terhadap produk murah, melainkan juga arah struktur pasar industri hasil tembakau secara keseluruhan.

Baca Juga: Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Airlangga Rumayya Batubara yang menilai downtrading dan pasar ilegal kini menjadi tantangan utama dalam desain kebijakan industri hasil tembakau, terutama di tengah kebutuhan menjaga penerimaan negara.

Rumayya mengatakan tekanan terhadap industri hasil tembakau, termasuk kenaikan cukai dan ketidakpastian regulasi, perlu dikelola secara bertahap agar tidak berdampak luas terhadap konsumsi lokal, rantai pasok, hingga ekonomi daerah sentra tembakau. Menurut dia, apabila tekanan terhadap industri terus berlanjut tanpa mitigasi yang tepat, dampaknya dapat meluas dari pemutusan hubungan kerja menjadi perlambatan ekonomi di daerah penghasil tembakau.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!