Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel

Rabu, 01 Juli 2026 - 17:49 WIB


Masalahnya, saat pasokan Timur Tengah kembali membanjiri pasar, dua faktor peredam utama di dunia masih tetap bertahan. Dimana ekspor minyak AS tetap tinggi, saat Amerika tidak mengurangi volume produksi dan ekspor energinya yang masif.

Sementara itu permintaan di China terpantau masih lesu. Pembelian minyak mentah oleh China selaku konsumen terbesar dunia justru masih menunjukkan tren melempem.

Akibat kombinasi tiga faktor ini, Morgan Stanley memproyeksikan dunia akan mengalami surplus minyak global hingga 4,8 juta barel per hari pada tahun 2027. Bank tersebut bahkan memprediksi harga Brent akan terus merosot hingga menyentuh level USD70 per barel di akhir tahun 2027.

Di sisi lain, Goldman Sachs memberikan catatan menarik. Meskipun memperkirakan lalu lintas tanker di Selat Hormuz akan pulih total pada akhir Juli ini, mereka memperingatkan bahwa volumenya mungkin tidak akan pernah benar-benar kembali 100% seperti sebelum perang. Hal ini karena para produsen minyak Timur Tengah sudah terbiasa memanfaatkan jalur pipa alternatif yang mereka buka selama masa krisis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!