Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Kamis, 02 Juli 2026 - 12:21 WIB
Meski neraca perdagangan pada Mei mengalami defisit, Purbaya menegaskan kinerja perdagangan secara kumulatif Januari-Mei 2026 masih mencatatkan surplus. Hal itu ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas yang masih cukup besar.
"Kalau nonmigas itu masih Januari, Mei itu masih positif USD16 miliar. Yang migas negatif USD12 miliar. Dia ngomong bulan-bulan Mei aja kan ya. Kalo kita liat year-to-date Januari, Mei itu migasnya memang yang negatif USD12. Nonmigasnya positif USD16 miliar. Totalnya masih positif USD4 miliar," sebutnya.
Menurut Purbaya, pelebaran defisit migas disebabkan tingginya harga minyak yang mendorong nilai impor migas meningkat. Ia optimistis kondisi tersebut akan berangsur membaik apabila harga minyak kembali stabil.
Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
"Jadi kenaikannya betul saya suga tadi. Karena migas yang defisit membesar karena harga minyak-minyak yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," pungkasnya.
"Kalau nonmigas itu masih Januari, Mei itu masih positif USD16 miliar. Yang migas negatif USD12 miliar. Dia ngomong bulan-bulan Mei aja kan ya. Kalo kita liat year-to-date Januari, Mei itu migasnya memang yang negatif USD12. Nonmigasnya positif USD16 miliar. Totalnya masih positif USD4 miliar," sebutnya.
Menurut Purbaya, pelebaran defisit migas disebabkan tingginya harga minyak yang mendorong nilai impor migas meningkat. Ia optimistis kondisi tersebut akan berangsur membaik apabila harga minyak kembali stabil.
Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
"Jadi kenaikannya betul saya suga tadi. Karena migas yang defisit membesar karena harga minyak-minyak yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :