Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Jum'at, 03 Juli 2026 - 19:58 WIB
Skema beasiswa yang semula bersifat umum kini difokuskan pada bidang prioritas, seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, serta kewirausahaan.
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya.
Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global, Purbaya menyatakan fundamental ekonomi domestik masih berada pada posisi yang kuat. Indikator kinerja pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, defisit fiskal, serta rasio utang pemerintah dinilai tetap terjaga pada level yang aman dibandingkan dengan negara-negara lain.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar APBN dapat berfungsi optimal sebagai peredam kejut (shock absorber). Sinergi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk mendanai agenda transformasi struktural.
Purbaya menegaskan, bahwa APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi masa depan. Melalui kombinasi stabilitas ekonomi, transformasi struktural, dan peningkatan mutu SDM, pemerintah optimistis dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya.
Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global, Purbaya menyatakan fundamental ekonomi domestik masih berada pada posisi yang kuat. Indikator kinerja pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, defisit fiskal, serta rasio utang pemerintah dinilai tetap terjaga pada level yang aman dibandingkan dengan negara-negara lain.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter agar APBN dapat berfungsi optimal sebagai peredam kejut (shock absorber). Sinergi ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar, melindungi daya beli masyarakat, sekaligus menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk mendanai agenda transformasi struktural.
Purbaya menegaskan, bahwa APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi masa depan. Melalui kombinasi stabilitas ekonomi, transformasi struktural, dan peningkatan mutu SDM, pemerintah optimistis dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
(akr)
Lihat Juga :