Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Sabtu, 04 Juli 2026 - 07:58 WIB
Sumber industri Barat yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan keamanan jalur pelayaran juga menjadi perhatian utama calon pembeli Jepang, terutama terkait risiko di kawasan Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) menyatakan belum mengetahui adanya pembicaraan resmi terkait impor minyak Iran. Namun, pejabat lain di kementerian tersebut sebelumnya mengatakan keputusan pembelian nantinya akan menjadi ranah perusahaan swasta dan masih dipengaruhi kontrak pasokan yang telah berjalan.
Baca Juga: Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Jepang, Korea Selatan, India, dan sejumlah negara Eropa menghentikan pembelian minyak Iran setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap Teheran usai Presiden AS saat itu, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada 2018. Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi pembeli utama minyak Iran.
Seorang pejabat senior Kementerian Perminyakan Iran mengatakan National Iranian Oil Company (NIOC) telah menghubungi pelanggan tradisional, termasuk Jepang, dan menyampaikan keinginan Iran agar pembelian minyak dapat kembali dilakukan apabila kesepakatan damai tercapai dan sanksi dicabut.
Pejabat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) menyatakan belum mengetahui adanya pembicaraan resmi terkait impor minyak Iran. Namun, pejabat lain di kementerian tersebut sebelumnya mengatakan keputusan pembelian nantinya akan menjadi ranah perusahaan swasta dan masih dipengaruhi kontrak pasokan yang telah berjalan.
Baca Juga: Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Jepang, Korea Selatan, India, dan sejumlah negara Eropa menghentikan pembelian minyak Iran setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap Teheran usai Presiden AS saat itu, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada 2018. Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi pembeli utama minyak Iran.
Seorang pejabat senior Kementerian Perminyakan Iran mengatakan National Iranian Oil Company (NIOC) telah menghubungi pelanggan tradisional, termasuk Jepang, dan menyampaikan keinginan Iran agar pembelian minyak dapat kembali dilakukan apabila kesepakatan damai tercapai dan sanksi dicabut.
(nng)
Lihat Juga :