Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi

Kamis, 09 Juli 2026 - 08:45 WIB
"Perjanjian sementara untuk mengakhiri perang Iran sudah berakhir," tegas Donald Trump kepada awak media, meski dirinya mengklaim tetap berupaya menghindari pecahnya perang terbuka berskala penuh (full-fledged war).

Status Selat Hormuz Masuk Level Severe (Sangat Berbahaya)

Akibat serangan balasan dan ancaman sabotase, otoritas maritim internasional resmi menaikkan status risiko bagi kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz menjadi "Severe" (Sangat Berbahaya). Kebijakan ini diambil setelah dua kapal tanker raksasa dilaporkan rusak parah akibat diserang pada perdagangan Selasa kemarin.

Sebelum perang pecah pada 28 Februari 2026 lalu, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan seperlima (20%) total pasokan minyak bumi global. Kontrol ketat Teheran atas selat ini menjadi kartu as yang membuat pasar keuangan internasional selalu bergetar setiap kali tensi meninggi.

Bagi konsumen global, termasuk di Indonesia, eskalasi terbaru ini menjadi alarm darurat. Jika gempuran AS terus berlanjut dan memicu aksi balasan yang lebih ekstrem dari Iran, siap-siap saja melihat harga minyak kembali terbang ke level USD100/barel dan memicu inflasi jilid dua.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!