Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
Senin, 13 Juli 2026 - 14:30 WIB
Sakha Coffee juga mencatat peningkatan penjualan hingga 60% selama mengikuti kampanye #BeliLokal yang diselenggarakan Tokopedia dan TikTok Shop. Salah satu pencapaian perusahaan adalah peluncuran eksklusif kopi Excelsa asal Sumedang yang seluruh produknya terjual habis, sekaligus memperkenalkan salah satu varietas kopi langka Indonesia kepada pasar yang lebih luas.
Baca Juga: ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Pertumbuhan usaha turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan kemitraan dengan petani. Dari semula hanya memiliki lima karyawan, Sakha Coffee kini mempekerjakan lebih dari 100 orang di berbagai bidang, mulai dari produksi, pengemasan, hingga host LIVE Shopping, serta bermitra dengan petani kopi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto mengatakan kisah Sakha Coffee menunjukkan digitalisasi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi UMKM. Hingga kuartal I 2026, program #BeliLokal telah mendukung lebih dari 20.000 penjual lokal, dengan jumlah penjual meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya dan jumlah produk buatan Indonesia bertambah 44% menjadi hampir 2 juta produk. Menurut Vonny, pertumbuhan tersebut tidak hanya mendorong bisnis UMKM, tetapi juga memperluas akses pasar bagi petani, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok produk lokal.
Baca Juga: ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Pertumbuhan usaha turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan kemitraan dengan petani. Dari semula hanya memiliki lima karyawan, Sakha Coffee kini mempekerjakan lebih dari 100 orang di berbagai bidang, mulai dari produksi, pengemasan, hingga host LIVE Shopping, serta bermitra dengan petani kopi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto mengatakan kisah Sakha Coffee menunjukkan digitalisasi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi UMKM. Hingga kuartal I 2026, program #BeliLokal telah mendukung lebih dari 20.000 penjual lokal, dengan jumlah penjual meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya dan jumlah produk buatan Indonesia bertambah 44% menjadi hampir 2 juta produk. Menurut Vonny, pertumbuhan tersebut tidak hanya mendorong bisnis UMKM, tetapi juga memperluas akses pasar bagi petani, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok produk lokal.
(nng)
Lihat Juga :