Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe

Senin, 13 Juli 2026 - 20:32 WIB
Selain Malaysia, lanjut Amalia, pergerakan pencatatan struktural ini juga dieksekusi secara aktif oleh kekuatan ekonomi Asia lainnya seperti Jepang dan Vietnam, hingga negara berkembang di Afrika, yakni Zimbabwe.

"Kemudian Jepang pun melakukan Ekonomi Sensus di tahun 2026. Vietnam dan Zimbabwe. Zimbabwe pertama kali melakukan Sensus Ekonomi. Vietnam, Jepang, Malaysia melakukan Sensus Ekonomi yang 5 tahun sekali karena mereka mengetahui betapa pentingnya Sensus Ekonomi itu untuk menentukan arah kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan memepal sasaran," jelas Amalia.

Berdasarkan data BPS, terdapat empat negara yang tengah melakukan sensus ekonomi dengan karakteristik dan target sasaran yang bervariasi. Malaysia secara resmi menggelar Banci Ekonomi 2026 (BE2026) dengan frekuensi berkala lima tahun sekali untuk periode waktu pelaksanaan dari 5 Januari hingga 31 Oktober 2026.

Baca Juga: BPS Siapkan Transformasi Digital, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Big Data Perekonomian Nasional



Pendataan di Negeri Jiran -julukan Malaysia- ini secara spesifik bertujuan untuk menjangkau sektor ekonomi informal, serta mengukur kontribusi riil dari ekonomi gig (gig economy) dan ekosistem platform digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!