AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:35 WIB
Pemerintah Iran menegaskan kesepakatan sementara dengan Washington telah memasuki fase krisis dan tidak akan dipatuhi selama AS dianggap melanggar komitmennya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyindir rencana pungutan transit Trump dengan menegaskan Iran selama ini berperan menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya risiko geopolitik, UEA melaporkan produksi minyak mentahnya naik menjadi 3,8 juta barel per hari pada Juni, meningkat sekitar 1,71 juta barel per hari dibandingkan Mei. Peningkatan produksi dilakukan melalui jalur ekspor alternatif untuk menjaga pasokan minyak tetap mengalir di tengah konflik regional.

Selain memperketat tekanan terhadap Iran, Gedung Putih menyatakan Trump akan mendukung rancangan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia. Langkah tersebut diperkirakan semakin memperketat pasokan minyak dan gas Rusia ke pasar internasional serta menambah ketidakpastian di pasar energi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!