Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:15 WIB
Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh bertambahnya kepemilikan investor nonresiden pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kenaikan tersebut sejalan dengan kebijakan operasi moneter yang berorientasi pasar dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Di sisi lain, ULN swasta masih mengalami kontraksi. Posisinya tercatat sebesar USD195,9 miliar atau menyusut 0,1% secara tahunan, meski lebih baik dibandingkan kontraksi 0,5% pada April 2026. Kontraksi terutama terjadi pada kelompok lembaga keuangan, sedangkan sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan masih mendominasi dengan pangsa 79,9% dari total ULN swasta. Utang swasta juga masih didominasi pinjaman jangka panjang dengan porsi 74,9%.
Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang turun menjadi 29,9% serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 83,9% dari total ULN. Ke depan, BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN agar tetap mampu menopang pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan risiko yang tetap terkendali.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Di sisi lain, ULN swasta masih mengalami kontraksi. Posisinya tercatat sebesar USD195,9 miliar atau menyusut 0,1% secara tahunan, meski lebih baik dibandingkan kontraksi 0,5% pada April 2026. Kontraksi terutama terjadi pada kelompok lembaga keuangan, sedangkan sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan masih mendominasi dengan pangsa 79,9% dari total ULN swasta. Utang swasta juga masih didominasi pinjaman jangka panjang dengan porsi 74,9%.
Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang turun menjadi 29,9% serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 83,9% dari total ULN. Ke depan, BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN agar tetap mampu menopang pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan risiko yang tetap terkendali.
(nng)
Lihat Juga :