S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:03 WIB
Baca Juga: Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Selain itu, S&P menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3% PDB menjadi jangkar utama stabilitas ekonomi. Lembaga tersebut juga mencatat penerimaan negara tumbuh 19% dalam lima bulan pertama 2026 berkat perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan PPN, serta kenaikan royalti dan dividen sektor sumber daya alam.
Reformasi tata kelola sumber daya alam, penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang tetap sehat turut menjadi faktor yang memperkuat keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
Selain itu, S&P menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3% PDB menjadi jangkar utama stabilitas ekonomi. Lembaga tersebut juga mencatat penerimaan negara tumbuh 19% dalam lima bulan pertama 2026 berkat perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan PPN, serta kenaikan royalti dan dividen sektor sumber daya alam.
Reformasi tata kelola sumber daya alam, penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang tetap sehat turut menjadi faktor yang memperkuat keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
(nng)
Lihat Juga :