S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:03 WIB
Ia menilai afirmasi tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar modal karena membantu menjaga persepsi risiko Indonesia di mata investor internasional. Meski demikian, kepercayaan tersebut harus terus dijaga melalui komunikasi kebijakan yang jelas, disiplin fiskal yang kredibel, serta konsistensi dalam pelaksanaan berbagai kebijakan ekonomi.

"Indonesia masih dipercaya, tetapi kepercayaan itu harus terus dibuktikan. Pasar modal masih memiliki prospek, tetapi prospek itu harus diperkuat dengan kepastian kebijakan dan kualitas komunikasi yang lebih baik," kata David.

Senada dengan itu, Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai laporan S&P juga menunjukkan optimisme terhadap reformasi fiskal yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk melalui pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, DSI berpotensi menjadi sumber baru penerimaan negara sekaligus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor eksternal melalui pengelolaan ekspor komoditas yang lebih optimal.

Fithra mengatakan DSI tidak seharusnya dipandang hanya sebagai instrumen konsolidasi ekspor, melainkan sebagai mesin penggerak penerimaan negara yang dapat memperluas basis fiskal tanpa bergantung pada kenaikan tarif pajak maupun penambahan utang pemerintah. Dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efisien, DSI dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara bukan pajak, memperkuat cadangan devisa, serta menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan.

Dalam laporannya, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% sepanjang 2026–2029. S&P juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,6% menjadi salah satu faktor pendukung, didorong oleh belanja pemerintah dan percepatan realisasi anggaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!