Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:03 WIB
Baca Juga: Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz

Selat Hormuz kembali menjadi pusat ketegangan karena sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam dunia melintasi jalur tersebut pada kondisi normal. Setelah perang pecah pada akhir Februari, Iran sempat menutup jalur pelayaran itu sehingga memicu lonjakan harga minyak, pupuk, dan berbagai komoditas global. Meski sempat dibuka kembali melalui jalur alternatif di dekat Oman berdasarkan kesepakatan sementara, serangan terbaru terhadap kapal-kapal di rute tersebut membuat konflik kembali meningkat.

Kenaikan tensi geopolitik mulai tercermin pada pasar energi. Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di atas USD85 per barel, naik lebih dari 15% dibandingkan sebelum perang, meski masih di bawah puncak sekitar USD120 per barel saat konflik mencapai intensitas tertinggi. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan kapasitas cadangan pasokan minyak dunia terus menyusut sehingga dunia menjadi semakin rentan terhadap guncangan baru apabila konflik berkepanjangan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!