Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya

Jum'at, 17 Juli 2026 - 08:16 WIB
Baca Juga: Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah

Menurut Birol, gangguan distribusi energi dari Teluk Persia telah memengaruhi sejumlah negara pengimpor energi seperti Korea Selatan dan Jepang. Namun, negara-negara berkembang seperti Bangladesh, Pakistan, dan India dinilai jauh lebih rentan terhadap terhentinya pasokan energi karena ketergantungan yang lebih besar terhadap impor dari kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi lintasan bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan berkepanjangan di jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global, meningkatkan biaya logistik, dan memperburuk tekanan inflasi di berbagai negara.

Peringatan IEA muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Apabila konflik terus bereskalasi dan akses pelayaran di Selat Hormuz tidak segera dipulihkan, dampaknya diperkirakan tidak hanya mengganggu pasar energi, tetapi juga mengancam stabilitas pertumbuhan ekonomi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!