Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 11:03 WIB

Konsorsium Internasional dan Kebangkitan Suriah di Tengah Perang

Menariknya, Departemen Luar Negeri AS juga menyambut hangat kesepakatan antara Irak dan Suriah untuk merehabilitasi jalur pipa minyak lintas batas. Sebuah konsorsium internasional yang dipimpin AS akan mengeksekusi aspek teknis dan finansial proyek tersebut.

Suriah-yang berhasil menjaga posisinya tetap netral di tengah perang AS-Iran-kini mempromosikan dirinya sebagai benteng stabilitas baru. Sebelum pipa permanen selesai, pengiriman minyak darat menggunakan truk dari Irak menuju Pelabuhan Baniyas di Suriah sudah mulai berjalan pasca-pembukaan kembali perbatasan kedua negara sejak April lalu, membawa minyak Irak langsung ke pasar Eropa tanpa perlu menyentuh Selat Hormuz.

Mampukah Jalur Pipa Menggantikan Selat Hormuz?

Meski terdengar fantastis, ancaman kelangkaan energi tidak bisa hilang dalam semalam. Analis dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa pembangunan pipa minyak lintas negara membutuhkan waktu teknis setidaknya 2,5 tahun.

Namun, jika 7 proyek pipa baru yang saat ini sedang dikembangkan di kawasan tersebut selesai tepat waktu pada akhir 2028. Jalur-jalur pipa darat tersebut diperkirakan mampu mengangkut hingga 14 juta barel minyak per hari.

Angka ini sanggup menggantikan sekitar 60% dari total volume minyak yang sebelumnya bergantung pada Selat Hormuz (sekitar 23 juta barel per hari sebelum perang).

Langkah agresif AS dan konsorsium minyaknya ini membuktikan bahwa peta geopolitik energi dunia sedang dirombak secara permanen. Perang di Selat Hormuz tidak hanya mengubah peta militer, tetapi juga mengakhiri monopoli jalur laut dalam perdagangan emas hitam dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!