Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Senin, 20 Juli 2026 - 11:03 WIB
Dua kesepakatan berfokus pada peningkatatan produksi minyak mentah, sedangkan kesepakatan ketiga menitikberatkan pada pembangunan jaringan pipa darat raksasa.
"Kami berinvestasi pada jalur pipa baru yang akan menciptakan rute ekspor alternatif dari Irak menuju pasar global. Ini adalah langkah yang sangat krusial demi keamanan energi dunia," tegas Jake Spiering, President of Corporate Business Development Chevron.
Jalur pipa terpadu ini dirancang membentang dari Basra (Irak Selatan) menuju Haditha (Irak Barat), lalu bercabang dua menuju Pelabuhan Ceyhan di Turki dan Pelabuhan Baniyas di pesisir Suriah. Jaringan darat ini diproyeksikan mampu mengalirkan hingga 2 juta barel minyak per hari.
Baca Juga: Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Duta Besar AS untuk Turki, Thomas Barrack secara terbuka memuji kesepakatan ini dan menyebut program pipa minyak baru tersebut akan "membuat Selat Hormuz sekadar menjadi kenangan masa lalu."
"Kami berinvestasi pada jalur pipa baru yang akan menciptakan rute ekspor alternatif dari Irak menuju pasar global. Ini adalah langkah yang sangat krusial demi keamanan energi dunia," tegas Jake Spiering, President of Corporate Business Development Chevron.
Jalur pipa terpadu ini dirancang membentang dari Basra (Irak Selatan) menuju Haditha (Irak Barat), lalu bercabang dua menuju Pelabuhan Ceyhan di Turki dan Pelabuhan Baniyas di pesisir Suriah. Jaringan darat ini diproyeksikan mampu mengalirkan hingga 2 juta barel minyak per hari.
Baca Juga: Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Duta Besar AS untuk Turki, Thomas Barrack secara terbuka memuji kesepakatan ini dan menyebut program pipa minyak baru tersebut akan "membuat Selat Hormuz sekadar menjadi kenangan masa lalu."
Lihat Juga :