Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 - 20:33 WIB
Prabowo juga menepis kekhawatiran bahwa langkah pengetatan pengelolaan devisa akan berdampak negatif terhadap persepsi investor global. Menurut dia, sejumlah lembaga pemeringkat internasional justru memberikan penilaian positif terhadap reformasi yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar

Pihaknya menyebut lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat investasi (investment grade) Indonesia dengan prospek stabil (stable outlook). Penilaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa upaya penguatan tata kelola devisa dan peningkatan penerimaan negara dinilai mendukung prospek ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam. Menurut dia, kekuatan fundamental ekonomi menjadi modal utama Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!