Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Selasa, 21 Juli 2026 - 11:07 WIB
Selat Hormuz Makin Mencekam: Kapal Tanker Meledak dan Dirudal
Kondisi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz -rute laut yang biasanya melayani 20% kebutuhan minyak dunia- berada di titik terendah. Data LSEG menunjukkan hanya 4 kapal yang berani melintasi Selat Hormuz pada hari Minggu, merosot tajam dari 8 kapal pada hari sebelumnya.Eskalasi di lapangan makin tidak terkendali, dimana perusahaan pelayaran Yunani, Dynacom Tankers melaporkan dua kapal tankernya dihantam proyektil misterius saat berlayar di lepas pantai Oman. Selain itu Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim dua kapal tanker "meledak" dan lumpuh total setelah mencoba mengambil rute selatan yang dianggap tidak aman di Selat Hormuz.
Stok 'Minyak Mengapung' Capai Rekor 1,35 Miliar Barel
Di tengah bayang-bayang kelangkaan, ada satu faktor unik yang menahan agar harga minyak tidak meroket secara ekstrem. Analis dari Kpler mencatat adanya rekor jumlah minyak mentah yang saat ini "terjebak" atau mengapung di atas kapal tanker di laut lepas, yang diperkirakan mencapai 1,35 miliar barel.Stok minyak melimpah di lautan ini menjadi jaring pengaman sementara (buffer) yang mencegah kepanikan harga minyak melonjak ke angka tiga digit. Namun, analis dari ANZ memperingatkan bahwa selama volume transit Selat Hormuz tertahan di angka satu digit, pemulihan rantai pasok global akan tetap lumpuh.
Akankah proposal gencatan senjata 10 hari berhasil meredam konflik AS-Iran, atau justru blokade Houthi akan mendorong harga minyak melampaui USD100 per barel?.
(akr)
Lihat Juga :