Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:07 WIB
Minyak Brent ditutup menguat USD1,12 atau setara 1,3% ke level USD89,22 per barel, setelah sempat menyentuh USD91,42 per barel atau posisi tertinggi sejak 11 Juni. Sedangkan minyak WTI AS terangkat 74 sen (0,9%) ke posisi USD83,23 per barel, setelah sempat menembus angka USD85,39.

Proposal Gencatan Senjata 10 Hari di Tengah Ancaman Blokade Houthi

Di tengah dentuman bom, jalur diplomasi rahasia mendadak terbuka. Seorang pejabat senior Iran membocorkan kepada Reuters bahwa para mediator telah menyampaikan proposal deeskalasi kepada Tehran.

Proposal ini menyarankan gencatan senjata selama 10 hari guna menghidupkan kembali kesepakatan damai sementara yang sempat runtuh. Namun di saat harapan damai berhembus, kelompok Houthi di Yaman -yang disokong Iran- secara mengejutkan mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Langkah ini membuka front pertempuran baru yang mengancam jalur pasokan energi dunia di luar Teluk Persia. Baca Juga: Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel

"Jika gencatan senjata gagal terwujud dan Selat Hormuz tetap tertutup saat ancaman Houthi di Laut Merah menghebat, risiko lonjakan harga minyak secara drastis akan sangat nyata," peringat Jorge León, Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy yang menyebut sekitar 2,5 juta barel per hari pasokan minyak Arab Saudi kini berada di zona bahaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!