Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Selasa, 21 Juli 2026 - 18:23 WIB
Dia menilai tren tersebut mencerminkan semakin terbukanya investor Indonesia terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. Menurut dia, ketersediaan pilihan aset yang beragam menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan investasi tokenisasi di Tanah Air.
Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih lengkap dinilai mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Bittime saat ini menyediakan tokenisasi saham berbagai perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah exchange traded funds (ETF) berbasis teknologi.
Baca Juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Selain menyediakan beragam pilihan aset, Bittime juga menghadirkan fitur Flexible Staking untuk Tokenized US Stocks dengan potensi imbal hasil hingga 7% APR. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi investor Indonesia, mengingat saham Amerika Serikat umumnya memiliki dividend yield yang lebih rendah dibandingkan saham domestik. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan.
Data internal Bittime menunjukkan respons positif terhadap layanan tersebut. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (AI), terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Ryan mengatakan prospek pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh akan memperluas pilihan investasi global bagi investor Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi portofolio dan dukungan regulasi yang semakin kuat.
Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih lengkap dinilai mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Bittime saat ini menyediakan tokenisasi saham berbagai perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah exchange traded funds (ETF) berbasis teknologi.
Baca Juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Selain menyediakan beragam pilihan aset, Bittime juga menghadirkan fitur Flexible Staking untuk Tokenized US Stocks dengan potensi imbal hasil hingga 7% APR. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi investor Indonesia, mengingat saham Amerika Serikat umumnya memiliki dividend yield yang lebih rendah dibandingkan saham domestik. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan.
Data internal Bittime menunjukkan respons positif terhadap layanan tersebut. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (AI), terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Ryan mengatakan prospek pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh akan memperluas pilihan investasi global bagi investor Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi portofolio dan dukungan regulasi yang semakin kuat.
(nng)
Lihat Juga :