Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Rabu, 22 Juli 2026 - 11:56 WIB
Presiden Donald Trump kembali mengejutkan industri kesehatan global, dengan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh obat generik impor untuk masuk ke pasar AS tanpa bea masuk (tarif 0%) selama dua tahun ke depan. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengejutkan industri kesehatan global. Gedung Putih mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh obat generik impor untuk masuk ke pasar AS tanpa bea masuk (tarif 0%) selama dua tahun ke depan.
Namun setelah periode 'bulan madu' tersebut berakhir, tarif impor akan meroket tajam hingga 100% pada tahun ketiga dan melambung ke angka 200% pada tahun-tahun berikutnya. Kebijakan yang diumumkan pada Selasa (21/7) waktu setempat ini dirancang sebagai bentuk ultimatum keras bagi perusahaan farmasi multinasional agar segera memindahkan fasilitas produksi mereka ke dalam negeri AS.
Baca Juga: 60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
"Langkah ini dilakukan untuk memindahkan kembali (Reshore) produksi Farmasi Generik ke Amerika, dengan sanksi tegas bagi perusahaan yang memutuskan untuk tidak membangun Pabrik dan Peralatan dalam jangka waktu yang telah diberikan," tegas Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
Namun setelah periode 'bulan madu' tersebut berakhir, tarif impor akan meroket tajam hingga 100% pada tahun ketiga dan melambung ke angka 200% pada tahun-tahun berikutnya. Kebijakan yang diumumkan pada Selasa (21/7) waktu setempat ini dirancang sebagai bentuk ultimatum keras bagi perusahaan farmasi multinasional agar segera memindahkan fasilitas produksi mereka ke dalam negeri AS.
Baca Juga: 60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
"Langkah ini dilakukan untuk memindahkan kembali (Reshore) produksi Farmasi Generik ke Amerika, dengan sanksi tegas bagi perusahaan yang memutuskan untuk tidak membangun Pabrik dan Peralatan dalam jangka waktu yang telah diberikan," tegas Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
Lihat Juga :