Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:56 WIB
Sejauh ini, sejumlah raksasa farmasi terbesar dunia telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah AS tahun lalu, yang membebaskan obat-obatan senilai miliaran dolar dari jangkauan tarif.

Dampak Besar Bagi Industri Farmasi Global

Langkah Trump yang memanfaatkan kebijakan Most-Favored-Nation (MFN) terus menekan produsen obat global untuk menurunkan harga sebanding dengan yang dibayar konsumen di negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya. Bagi produsen obat generik internasional -termasuk dari Asia- kebijakan ini memberikan dilema investasi yang masif.

Pilihan pertama yakni, membangun pabrik manufaktur di tanah AS dengan biaya operasional (OPEX) yang sangat tinggi sebelum Agustus 2028. Pilihan 2, tetap memproduksi dari luar AS, namun harus menanggung beban tarif 200% yang berpotensi mematikan daya saing harga obat mereka di pasar Amerika.

Mampukah ultimatum dua tahun ini memaksa industri farmasi memindahkan pabriknya ke Amerika, atau justru berisiko memicu kelangkaan obat generik di masa depan?.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!