Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:25 WIB
Di sisi lain, minat investor institusi terhadap Bitcoin masih terjaga. Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat arus dana bersih (net inflow) sekitar USD430 juta dalam dua hari perdagangan pada 20–21 Juli. Arus dana tersebut menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap eksposur Bitcoin masih cukup kuat meski bukan satu-satunya faktor penentu harga.
Baca Juga: Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi global dalam waktu dekat, antara lain keputusan suku bunga Federal Reserve serta musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar di AS seperti Alphabet, Tesla, dan Intel. Kinerja emiten tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto, mengingat korelasi Bitcoin dengan saham sektor teknologi dalam beberapa waktu terakhir.
Aloysia mengingatkan bahwa pasar aset kripto kini semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global sehingga investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi.
"Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor perlu memahami bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko masing-masing aset, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang," ujarnya.
Baca Juga: Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi global dalam waktu dekat, antara lain keputusan suku bunga Federal Reserve serta musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar di AS seperti Alphabet, Tesla, dan Intel. Kinerja emiten tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto, mengingat korelasi Bitcoin dengan saham sektor teknologi dalam beberapa waktu terakhir.
Aloysia mengingatkan bahwa pasar aset kripto kini semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global sehingga investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi.
"Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor perlu memahami bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko masing-masing aset, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :