Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit

Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:33 WIB
Menurut Fandi, produktivitas kebun sawit tidak hanya bergantung pada penggunaan benih unggul dan pemupukan, tetapi juga ditentukan oleh ketepatan teknik panen dan penanganan tandan buah segar (TBS). Kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah, tidak mengutip brondolan, maupun penanganan TBS yang tidak sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil dan rendemen minyak sawit. Karena itu, peserta diharapkan menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada pekebun lainnya.

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Dian Eka Putra mengapresiasi sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT RPN dalam memperkuat kapasitas pekebun. Menurut dia, tahapan panen dan pascapanen sangat menentukan kualitas TBS dan nilai jual komoditas sawit. "Jika waktu pemanenan tidak tepat, maka hasil maupun mutu produk akan berkurang. Karena itu teknik panen dan penanganan pascapanen menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hasil sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas," ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mempelajari regulasi, persiapan panen, penentuan tingkat kematangan buah, teknik pemanenan, penanganan TBS dan brondolan, sistem pengangkutan, hingga penerapan traceability. Kegiatan juga dilengkapi kunjungan lapangan ke perusahaan perkebunan pada 23 Juli 2026 untuk melihat penerapan standar operasional.

Baca Juga: RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Muslim Budiman menilai pelatihan tersebut akan membantu pekebun menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, mengurangi losses, meningkatkan rendemen minyak sawit, serta pada akhirnya mendongkrak pendapatan pekebun dan produktivitas perkebunan sawit rakyat secara berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!