Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Selasa, 28 Juli 2026 - 17:36 WIB
"Tidak akan ada default-bank sentral akan masuk, mencetak uang, dan membelinya. Dan di situlah terjadi depresiasi nilai uang," ujar Ray Dalio.
CEO JPMorgan, Jamie Dimon juga memprediksi bahwa tumpukan utang dan defisit ini berisiko memicu krisis obligasi (bond crisis) jika tidak segera ditangani secara drastis.
Aset properti dan rumah sewaan juga dinilai efektif karena nilai aset dan pendapatan sewa secara alami menyesuaikan dengan laju inflasi. Selanjutnya karya seni kontemporer dan aset langka (blue-chip art) menjadi incaran investor karena jumlahnya yang terbatas dan tidak terikat pada mata uang tunggal.
Dengan kombinasi lonjakan pengeluaran perang, pengesahan RUU fiskal baru, dan bahaya devaluasi mata uang, peringatan Elon Musk menjadi alarm keras bagi pasar keuangan global sepanjang tahun 2026. Bagaimana strategi Anda dalam melindungi nilai aset di tengah ancaman devaluasi mata uang global?
CEO JPMorgan, Jamie Dimon juga memprediksi bahwa tumpukan utang dan defisit ini berisiko memicu krisis obligasi (bond crisis) jika tidak segera ditangani secara drastis.
Trik Miliarder Amankan Kekayaan: Dari Emas hingga Aset Fisik
Menghadapi potensi devaluasi dolar dan krisis fiskal, para investor kawakan di Wall Street mulai mengalihkan portofolio mereka ke instrumen pelindung nilai (safe haven). Ray Dalio dan Jamie Dimon menyarankan alokasi emas dalam portofolio. Dimon bahkan memproyeksikan harga emas bisa dengan mudah menyentuh USD5.000 hingga USD 10.000 per ons dalam situasi krisis ini.Aset properti dan rumah sewaan juga dinilai efektif karena nilai aset dan pendapatan sewa secara alami menyesuaikan dengan laju inflasi. Selanjutnya karya seni kontemporer dan aset langka (blue-chip art) menjadi incaran investor karena jumlahnya yang terbatas dan tidak terikat pada mata uang tunggal.
Dengan kombinasi lonjakan pengeluaran perang, pengesahan RUU fiskal baru, dan bahaya devaluasi mata uang, peringatan Elon Musk menjadi alarm keras bagi pasar keuangan global sepanjang tahun 2026. Bagaimana strategi Anda dalam melindungi nilai aset di tengah ancaman devaluasi mata uang global?
(akr)
Lihat Juga :