Menunggu Asa Manis Biji Kopi Bintuni

Minggu, 27 September 2020 - 23:11 WIB
"Katakanlah mereka merupakan duta pariwisata dan duta kopi. Untuk memperkenalkan varian kopi Teluk Bintuni. Ini memang butuh waktu, tapi kita bisa. Saya yakin kita bisa. Dengan partisipasi kita di ajang perkopian Indonesia dan internasional, orang akan semakin mengenal Teluk Bintuni," lanjutnya.

Dan dengan semakin dikenalnya Teluk Bintuni di ajang kopi ini, diharapkan pula bisa lebih memperkenalkan lagi tentang keindahan Teluk Bintuni lainnya, salah satunya hutan mangrove.

"Jadi ini paket lengkap. Bintuni bergeliat, bukan hanya dari industri SDA tak terbarukan, tapi potensi palawija dan pariwisata juga kita punya. Apalagi sekarang kita sedang bangun hotel bintang empat. Ini pas, sudah,” lanjutnya.

Piet menutup audiensi dengan mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda Teluk Bintuni untuk jangan takut mencoba hal baru. Ia juga meminta, Pemuda-pemudi Teluk Bintuni jangan takut mencoba hal baru, misalnya jadi barista, atau ahli kopi yang akan menjadi semacam guide untuk wisatawan yang ingin melihat perkebunan kopi kita nantinya di depan.

“Kita jangan cuma berharap jadi karyawan industri, tapi munculnya profesi-profesi baru seperti peracik ini keren lho. Ya kita doakan pandemi ini supaya segera berakhir, agar potensi kopi ini bisa kita garap secepatnya," ujar Piet.

Oleh karenanya, masyarakat juga diminta konsisten dan patuh pada protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu. "Ingat 3M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak. Tuhan sayang Teluk Bintuni,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!