Kejar Investasi hingga ke Negeri Ginseng, Erick Thohir: RI Masih Punya Daya Tarik

Senin, 28 September 2020 - 15:21 WIB
Minat investor Korea memang tercermin dalam data hasil realisasi investasi asal Negeri Ginseng tersebut pada kuartal II atau April-Juni tahun 2020, dengan total investasi mencapai USD552,6 juta atau melonjak sebesar 340% dari total investasi Korea Selatan pada kuartal I atau Januari-Maret tahun ini sebesar USD130,4 juta.

Bahlil menjelaskan karena itulah pemerintah perlu menunjukkan keseriusan dalam menjemput investor dari Korea. (Baca Juga: 12 Perusahaan Manufaktur Siap Investasi Rp1,04 Triliun Hingga 2023 )

“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi COVID-19. Jadi kita harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah. Dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya,” ucap Bahlil.

Jika dilihat berdasarkan periode Januari-Juni 2020, realisasi investasi dari Korea Selatan pun mengalami peningkatan sebesar 25% dengan total sebesar USD683,0 juta, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dengan nilai investasi sebesar USD548,4 juta.

Bahlil juga menjelaskan, bahwa BKPM akan berusaha menarik investor Korea Selatan untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya kepada perusahaan di bidang industri hilirisasi. "Dengan mendorong realisasi investasi, kami bersama Menteri BUMN ke Korea Selatan untuk membahas hilirisasi EV (Electric Vehicle) battery,” pungkas Bahlil,"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!