RI Pasti Njeblos ke Jurang Resesi, Obatnya Cuma Disuntik Vaksin
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:28 WIB
Di sisi lain, salah satu skenario terburuk adalah belum adanya vaksin hingga tahun 2021. Josua menyebut, skenario ini akan mengakibatkan pemulihan perekonomian yakni pertumbuhan ekonomi akan kembali pada trajectory awal di mana pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen baru akan tercapai di tahun 2023-2024.
"Oleh karena itu, demi menggerakkan kembali perekonomian Indonesia, selain program perlindungan sosial yang bersifat jangka pendek, pemerintah perlu sedari awal memikirkan jalur logistik untuk distribusi vaksin, sehingga ketika nantinya vaksin sudah didapat, masyarakat yang membutuhkan akan mampu mendapat layanan, yang kemudian akan mendorong confidence dari masyarakat untuk beraktivitas secara normal kembali," kata dia.
Baca Juga: Nyalakan Tanda Bahaya! Jurang Resesi Makin Nyata
Selain itu, dalam rangka mendorong motor penggerak perekonomian yakni investasi, pemerintah juga perlu mendukung pemulihan optimisme dari pelaku usaha secara khusus mendorong keberlangsungan usaha sektor riil. "Apalagi mempertimbangkan realisasi anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pembiayaan korporasi yang belum ada perkembangan yang signifikan," ucap Josua.
"Oleh karena itu, demi menggerakkan kembali perekonomian Indonesia, selain program perlindungan sosial yang bersifat jangka pendek, pemerintah perlu sedari awal memikirkan jalur logistik untuk distribusi vaksin, sehingga ketika nantinya vaksin sudah didapat, masyarakat yang membutuhkan akan mampu mendapat layanan, yang kemudian akan mendorong confidence dari masyarakat untuk beraktivitas secara normal kembali," kata dia.
Baca Juga: Nyalakan Tanda Bahaya! Jurang Resesi Makin Nyata
Selain itu, dalam rangka mendorong motor penggerak perekonomian yakni investasi, pemerintah juga perlu mendukung pemulihan optimisme dari pelaku usaha secara khusus mendorong keberlangsungan usaha sektor riil. "Apalagi mempertimbangkan realisasi anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pembiayaan korporasi yang belum ada perkembangan yang signifikan," ucap Josua.
(nng)
Lihat Juga :