Terus Tambah Modal, Bank Jago Siapkan Rights Issue Kedua
Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:48 WIB
Kharim menjelaskan perseroan mengejar daya saing tinggi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang akibat pandemi Covid-19. Karena itu bank dituntut untuk terus memperkuat modal, meningkatkan skala usaha dan membangun infrastruktur teknologi yang mumpuni.
"Sejak Covid-19 kita lihat akselerasi teknologi dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Kami tentu ingin menjadi bagian dari perubahan hidup masyarakat yang semakin digital. Kami beruntung memiliki investor yang sangat memahami bahwa bank berbasis teknologi itu perlu diperkuat dengan modal yang optimal," katanya.
(Baca Juga: BI Perbarui Aturan Soal Likuiditas Bank Umum dan Syariah)
Dalam RUPSLB juga dijelaskan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham. Adapun detail informasi akan disampaikan setelah mendapatkan pernyataan efektif dari regulator.
"Yang pasti, dana hasil rights issue tahap II ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat memenuhi aturan modal minimum bank sebesar Rp3 triliun, membiayai ekspansi usaha, investasi di infrastruktur Teknologi Informasi dan pengembangan sumber daya manusia," katanya.
"Sejak Covid-19 kita lihat akselerasi teknologi dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Kami tentu ingin menjadi bagian dari perubahan hidup masyarakat yang semakin digital. Kami beruntung memiliki investor yang sangat memahami bahwa bank berbasis teknologi itu perlu diperkuat dengan modal yang optimal," katanya.
(Baca Juga: BI Perbarui Aturan Soal Likuiditas Bank Umum dan Syariah)
Dalam RUPSLB juga dijelaskan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham. Adapun detail informasi akan disampaikan setelah mendapatkan pernyataan efektif dari regulator.
"Yang pasti, dana hasil rights issue tahap II ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat memenuhi aturan modal minimum bank sebesar Rp3 triliun, membiayai ekspansi usaha, investasi di infrastruktur Teknologi Informasi dan pengembangan sumber daya manusia," katanya.
(fai)
Lihat Juga :