Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan

Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:33 WIB
Untuk mendukung pertanian di Food Estate, Ditjen PSP memaksimal peran alsintan. Di antaranya alat tanam transplanter, mesin olah tanah seperti traktor roda dua yang kapasitasnya 0,3 sampai 0,5 hektar perhari, kemudian traktor roda 4 kapasitas nya 3 sampai 4 hektar perhari.

“Jadi yang biasa 1 hektar di kerjakan 15 orang selama 4 hari, dengan alsintan hanya cukup 1 jam sudah bisa mengerjakan 3 hektar. Sementara Untuk panennya kita bantu combine harvester yang bisa memanen perhektar hanya 1 hingga 2 jam. Dengan cara biasa, panen biasa memerlukan waktu 5 hari sampai seminggu yang dikerjakan 15 orang perhari,” terangnya.

Kemudian alat mesin dryer untuk mengerikan gabah sehingga bisa langsung digiling di Resmeling unit (RMU). Bahkan, Ditjen PSP pun memanfaatkan alsintan dengan teknologi kekinian yaitu drone untuk menyebar benih.

Menurut Sarwo Edhy, dengan pemanfaatan drone Kementan mencoba merangkul generasi muda agar mau terjun ke pertanian. “Kita memancing generasi muda agar mau jadi petani. Jadi, bertani itu tidak harus kotor-kotoran di lahan sawah, tidak harus becek becekan tapi bisa menggunakan mekanisasi dengan alat mesin pertanian. Sekarang kita sudah membuat alat mesin pertanian dengan kendali remote control, salah satunya adalah drone,” terangnya.

(Baca Juga: Food Estate Perlu Teknologi yang Tepat )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!