Masya Allah, Tingkat Melek Keuangan Syariah Masih Jauh Tertinggal

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan konvensional. Kondisi itu jelas menjadi sebuah ironi jika melihat mayoritas penduduk Indonesia yang beragam Islam atau muslim.

"Tercatat Inklusi syariah mengalami penurunan menjadi 9,1% dari 11,1%. Sementara literasi syariah mengalami kenaikan sedikit dari 8,11% menjadi 8,93%," ujar Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan OJK Kristianti Puji Rahayu saat webinar "Peran Perbankan Syariah Mengerek Inklusi Keuangan di Tengah Pandemi", di Jakarta, Jumat (9/10/2020). ( Baca juga:Geger Demo Tolak Omnibus Law, Investor Asing Ikut Sedih )



OJK mempunyai sebaran map yang memperlihatkan ada beberapa provinsi yang masih mempunyai literasi dan keuangan syariah di bawah rata rata, contohnya Maluku, Papua, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Bali.

Sementara DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Banten memiliki inklusi dan literasi keuangan syariah di atas rata rata. "Oleh karena itu, untuk mendorong indeks literasi dan keuangan syariah ada beberapa strategi yang ditetapkan OJK. Antara lain harus membiasakan diri menabung sejak dini sesuai dengan amanat Presiden Jokowi," beber dia. ( Baca juga:Transaksi Mobile Banking Nanjak Terus, Tahun Lalu Tembus Rp4.000 Triliun )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!