Geger Demo Tolak Omnibus Law, Investor Asing Ikut Sedih

Kamis, 08 Oktober 2020 - 20:41 WIB
loading...
Geger Demo Tolak Omnibus...
Kebakaran halte transjakarta Sarinah akibat di bakar massa aksi tolak UU Omnibus Law. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Geger demo aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja mengundang keprihatinan investor asing. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia mengatakan ada 35 investor yang turut demo melayangkan surat terbuka atas keprihatinannya kepada Pemerintah Indonesia terkait terbitnya UU tersebut.

Namun demikian memang, sejumlah investor tersebut belum melakukan mereka belum investasi di RI. "Saya ingin mengatakan di sini, setelah kami mengecek 35 perusahaan belum terdaftar di BKPM sebagai perusahaan yang menginvestasikan dananya di Indonesia, atau foreign direct investment tidak ada," ujar Bahlil dalam diskusi virtual, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Alasan Omnibus Law Buru-Buru Disahkan, Menaker: Banyak Anggota DPR Kena Corona

Menurut dia sejumlah investor asing tersebut juga belum terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Namun demikian mereka ikut merespons kisruh Omnibus Law di RI. Bahkan sejauh ini sejumlah investor itu menolak dengan kehadiran Omnibus Law dan meminta Pemerintah Indonesia mencabut UU tersebut.

"Kita sudah cek di bursa Jakarta tidak ada, artinya harus juga dilihat di sini bahwa ada beberapa negara yang tidak ingin Indonesia bisa lebih baik. Kalau dia tidak melakukan kegiatan usahanya di Indonesia tiba-tiba dia membuat surat terbuka tidak setuju, Ada apakah ini," ujarnya. Baca Juga: Jangan Khawatir! Buruh Tetap Diberikan Hak Cuti Haid dan Melahirkan
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Melonjak 16,63% Didorong...
Melonjak 16,63% Didorong Aksi Borong Asing, Saham REAL Bangkit dari Tekanan
Investor Asing Kompak...
Investor Asing Kompak Jual Saham Rp11,02 Triliun, Begini Penjelasan OJK
Reformasi Pasar Modal,...
Reformasi Pasar Modal, Menko Airlangga Sampaikan Titipan Pesan Prabowo
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Prabowo di AS: Ungkap...
Prabowo di AS: Ungkap 1.000 Tambang Ilegal Ditutup, 4 Ribu Hektare Lahan Disita
Rekomendasi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved