Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulsel Tumbuh Positif

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 20:53 WIB
Sementara, untuk industri BPR mengalami perlambatan akibat pandemi -3,90% yoy menjadi Rp2,81 triliun, dengan DPK yang juga melambat -3,51% yoy menjadi Rp1,80 triliun.

Begitu pula dengan penyaluran kredit yang juga mengalami perlambatan sebesar -3,49% yoy menjadi Rp2,40 triliun. Penghimpunan DPK tumbuh lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit perbankan terkoreksi -2,36% yoy menjadi Rp121,22 triliun sebagai dampak peningkatan mitigasi risiko bank dalam menghadapi COVID-19, sehingga bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Terdiri dari kredit modal kerja Rp46,20 triliun (-0,58% yoy), kredit investasi Rp17,59 triliun (-17,89 yoy), dan kredit konsumsi Rp57,42 triliun (2,08% yoy).

Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada sektor pertanian (18,30% yoy), sektor perikanan (17,80% yoy), dan sektor jasa kemasyarakatan (4,02% yoy).

Adapun pada sektor bukan lapangan usaha, kredit pemilikan flat/apartemen dan kredit untuk kepemilikan rumah tinggal tumbuh masing-masing 14,15% yoy dan 3,75% yoy.

Baca juga: OJK Tekankan Pentingnya Keamanan Digital dalam Inovasi Fintech

Adapun penghimpunan DPK tumbuh positif 7,53% di tengah pandemi COVID-19, dengan nominal Rp105,41 triliun, terdiri dari giro Rp15,67 triliun, tabungan Rp58,02 triliun, dan deposito Rp31,71 triliun. Pertumbuhan positif tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kelembagaan bank sekaligus merupakan salah satu indikator positif atas terjaganya arus likuiditas bank.

“NPL perbankan berada di level aman NPL perbankan Sulsel tetap terjaga di level aman 2,76%. Secara rinci, NPL bank umum berada di posisi 2,75%, sedangkan NPL BPR berada pada posisi 3,14%. Kredit UMKM terus tumbuh realisasi kredit kepada UMKM di Sulsel tumbuh 1,14% yoy menjadi Rp40,57 triliun,” ujarnya.

Nurdin Subandi memaparkan, pertumbuhan tertinggi terdapat pada kredit kecil 2,06% yoy menjadi Rp14,63 triliun dan kredit usaha mikro 1,52% menjadi Rp14,63 triliun. Adapun kredit usaha menengah mengalami perlambatan -0,26% menjadi Rp12,85 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!