Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulsel Tumbuh Positif

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 20:53 WIB
Sedangkan, pada industri pasar modal Sulsel tumbuh sangat tinggi jumlah investor pasar modal di Sulsel mencapai 70.399 investor, tumbuh signifikan 71,78% yoy. Pertumbuhan sangat tinggi pada investor reksadana 108,92% dengan investor sebanyak 42.643, disusul investor surat berharga negara (SBN) yang tumbuh 35,88% yoy dengan 5.275 investor, dan investor saham yang tumbuh 34,71% yoy dengan investor mencapai 22.481.

Adapun nilai transaksi saham di Sulsel hingga Agustus 2020 mencapai Rp9,25 triliun. Industri keuangan non bank (IKNB) juga tumbuh tinggi pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 6,31% yoy menjadi Rp1,09 triliun. Adapun penyaluran pembiayaan melalui perusahaan pembiayaan mengalami perlambatan -9,31% menjadi Rp12,28 triliun. Pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh tinggi 27,35% menjadi Rp4,94 triliun.

Pada realisasi asuransi agribisnis terus digenjot di sektor asuransi pertanian, asuransi usaha tani padi (AUTP) telah menjangkau 8.367 Ha dengan nilai premi mencapai Rp1,50 miliar. Adapun asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTSK) telah menjangkau 13.237 ekor sapi dengan nilai premi Rp2,64 miliar.

Nurdin Subandi mengungkapkan, untuk implementasi kebijakan restrukturisasi, OJK secara berkelanjutan memonitoring implementasi pelaksanaan restrukturisasi kredit/pembiayaan sesuai POJK No.11/POJK.03/2020 (perbankan) dan POJK No.14/POJK.05/2020 (IKNB). Sampai dengan 13 Agustus 2020, 37 Bank Umum Konvensional/Syariah (termasuk 3 Unit Usaha Syariah) telah melakukan proses restrukturisasi dan 29 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi sebesar Rp 18,87 triliun yang terdiri dari 199.981 debitur restru.

Baca juga: Masya Allah, Tingkat Melek Keuangan Syariah Masih Jauh Tertinggal

Selanjutnya, 76 perusahaan pembiayaan telah melakukan proses restrukturisasi dan 73 di antaranya telah melakukan restrukturisasi dengan O/S restrukturisasi Rp 7,59 triliun bagi 216.181 debitur restru. OJK terus berkoordinasi dengan perbankan serta perusahaan pembiayaan untuk memastikan realisasi penerapan kebijakan restrukturisasi tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19.

Di sisi lain, Nurdin Subandi menuturkan, dalam rangka mendorong bergeraknya kembali sektor riil menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 serta mendukung langkah pemerintah dalam rangka percepatan PEN, Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA) Sulawesi Selatan menargetkan akan menyalurkan kredit Rp3,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi.

“Realisasi PEN di Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,81 triliun kepada 64.366 debitur. Tentunya sampai akhir tahun diharapkan dapat terus meningkat,” harapnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!