Ironi Bank Syariah di Negara Muslim Terbesar Dunia
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 07:33 WIB
Nah masih sedikit jumlah bank syariah dan sempitnya skup kegiatan itulah yang membuat penetrasi produk-produk keuangan syariah di masyarakat menjadi terbatas. Masyarakat lebih memilih berhubungan dengan bank-bank umum karena berbagai fasilitasnya mudah ditemukanAlhasil, tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah juga minim.
Tingkat literasi keuangan syariah yang masih kontet itu seolah bikin ngenes dengan predikat yang disandang industri keuangan syariah. Secara global, Indonesia berada di urutan 5 pada Global Islamic Economic Indicator Score, dan posisi ke 4 Islamic Finance Development Report 2019. Sementara Global Islamic Report 2019 menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi wahid pada Islamic Finance Country Index.
OJK sebagai lembaga yang bertugas meningkatkan literasi keuangan, baik umum maupun syariah, terus melakukan berbagai langkah terobosan meski diadang oleh pandemi. Antara lain sosialisasi dan edukasi keuangan syariah ke berbagai kelompok masyarakat.
Pada tahun ini saja, terdapat total 4.727 rencana kegiatan edukasi dari sedikitnya 2.602 pelaku usaha jasa keuangan. Dari OJK sendiri, akan mengadakan sedikitnya 465 kegiatan. ( Baca Juga:Tokoh Publik Harus Beri Contoh, Hindari Aksi Provokasi )
“Di masa pandemi ini kita tetap melakukan kegiatan edukasi dengan menyelenggarakan webinar, seperti edukasi keuangan syariah di kampus-kampus dan pesantren, karyawan dan profesional, serta pelaku UMKM,” ujar Kristrianti Puji Rahayu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, saat webinar di Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Para pemangku kepentingan harus berupaya sungguh-sungguh untuk memperbanyak infrastruktur perbankan syariah. Kesungguhan tak cuma dari pihak otoritas, tapi juga entitas bisnis, terutama bank-bank konvensional yang memiliki bank syariah. Pasalnya, hampir semua bank syariah merupakan perusahaan anak bank konvensional.
Jika para induknya tak berniat sungguh-sungguh membesarkan anak usahanya itu, ya jangan berharap perbankan syariah bisa tumbuh lebih cepat dan besar. Muliaman Hadad, mantan bos OJK, pernah menyatakan bahwa rasio pertumbuhan dan market share bank syariah terhadap bank konvensional itu sulit membesar dengan cepat.
Tingkat literasi keuangan syariah yang masih kontet itu seolah bikin ngenes dengan predikat yang disandang industri keuangan syariah. Secara global, Indonesia berada di urutan 5 pada Global Islamic Economic Indicator Score, dan posisi ke 4 Islamic Finance Development Report 2019. Sementara Global Islamic Report 2019 menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi wahid pada Islamic Finance Country Index.
OJK sebagai lembaga yang bertugas meningkatkan literasi keuangan, baik umum maupun syariah, terus melakukan berbagai langkah terobosan meski diadang oleh pandemi. Antara lain sosialisasi dan edukasi keuangan syariah ke berbagai kelompok masyarakat.
Pada tahun ini saja, terdapat total 4.727 rencana kegiatan edukasi dari sedikitnya 2.602 pelaku usaha jasa keuangan. Dari OJK sendiri, akan mengadakan sedikitnya 465 kegiatan. ( Baca Juga:Tokoh Publik Harus Beri Contoh, Hindari Aksi Provokasi )
“Di masa pandemi ini kita tetap melakukan kegiatan edukasi dengan menyelenggarakan webinar, seperti edukasi keuangan syariah di kampus-kampus dan pesantren, karyawan dan profesional, serta pelaku UMKM,” ujar Kristrianti Puji Rahayu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, saat webinar di Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Para pemangku kepentingan harus berupaya sungguh-sungguh untuk memperbanyak infrastruktur perbankan syariah. Kesungguhan tak cuma dari pihak otoritas, tapi juga entitas bisnis, terutama bank-bank konvensional yang memiliki bank syariah. Pasalnya, hampir semua bank syariah merupakan perusahaan anak bank konvensional.
Jika para induknya tak berniat sungguh-sungguh membesarkan anak usahanya itu, ya jangan berharap perbankan syariah bisa tumbuh lebih cepat dan besar. Muliaman Hadad, mantan bos OJK, pernah menyatakan bahwa rasio pertumbuhan dan market share bank syariah terhadap bank konvensional itu sulit membesar dengan cepat.
Lihat Juga :