Tak Lagi Mati Lampu, Kelistrikan Makassar Siap Topang Investasi
Minggu, 11 Oktober 2020 - 12:02 WIB
Jaringan transmisi bawah tanah ini memiliki lintasan sepanjang 22 kilo meter sirkuit (kms). Jaringan ini merupakan lanjutan transmisi Punagaya-Tanjung Bunga yang berfungsi menyalurkan listrik dari pembangkit di Jeneponto.
Menurut Riasa, pusat kota Makassar melalui GIS 150 kV Bontoala, sebelumnya hanya dipasok listrik secara radial dari GI 150 kV Tello melalui dari GI 150 kV Tallo Lama. (Baca juga: Kunjungi China, Luhut Minta Apa Saja ke Menlu Wang Yi? )
"Melalui kehadiran jaringan transmisi bawah tanah yang dipasok secara ring terhadap pusat aktivitas kota akan mencegah pemadaman di pusat kota meskipun Jaringan dr GI 150kV Tello ke GI 150kV Tallo Lama mengalami gangguan," jelasnya.
Selain di Sulawesi Selatan, imbuhnya, PLN juga tengah mengejar PSN lainnya di Sulawesi Barat (Sulbar) melalui pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan Sulbar sampai dengan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menurut Riasa, pusat kota Makassar melalui GIS 150 kV Bontoala, sebelumnya hanya dipasok listrik secara radial dari GI 150 kV Tello melalui dari GI 150 kV Tallo Lama. (Baca juga: Kunjungi China, Luhut Minta Apa Saja ke Menlu Wang Yi? )
"Melalui kehadiran jaringan transmisi bawah tanah yang dipasok secara ring terhadap pusat aktivitas kota akan mencegah pemadaman di pusat kota meskipun Jaringan dr GI 150kV Tello ke GI 150kV Tallo Lama mengalami gangguan," jelasnya.
Selain di Sulawesi Selatan, imbuhnya, PLN juga tengah mengejar PSN lainnya di Sulawesi Barat (Sulbar) melalui pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan Sulbar sampai dengan Sulawesi Tengah (Sulteng).
(ind)
Lihat Juga :