BCA Tingkatkan Solusi Investasi dengan 2 Reksa Dana Schroders
Selasa, 13 Oktober 2020 - 03:00 WIB
BCA menambahkan produk reksa dana dari PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia). Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Melihat semakin meningkatnya kebutuhan investasi untuk perencanaan masa depan masyarakat, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menambahkan produk reksa dana berkinerja baik bersama PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia).
Senior Executive Vice President Divisi Wealth Management BCA Christine Setyabudhi mengatakan, pemasaran dilakukan mulai awal Oktober 2020 dengan menghadirkan dua produk.
(Baca Juga: Wow! Bank BCA Hapus Posisi Back Office hingga Akuntan)
"Telah hadir dua produk yang dipasarkan, yakni Schroder Dynamic Balanced Fund dan Schroder Dana Kombinasi. Masing-masing memiliki selling point tersendiri dan memiliki keuntungan masing-masing pada tiap produk. Kedua produk ini mempunya track record yang baik dan dapat melengkapi kebutuhan investasi nasabah dengan waktu kurang-lebih 3 tahun," ungkap Christine melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (12/10/2020).
Kedua produk ini merupakan reksa dana campuran yang didalamnya terdiri dari efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang dan instrumen pasar uang termasuk deposito yang dikelola oleh tim investasi Schroders Indonesia.
Schroder Dynamic Balanced Fund (SDBF) adalah Reksa Dana yang bertujuan untuk memberikan pertumbuhan modal yang optimal dalam jangka panjang dan memiliki risiko moderat cenderung agresif. Sedangkan, Schroder Dana Kombinasi (SDK) memiliki risiko yang moderat dengan fluktuasi yang lebih terjaga, karena porsi saham di reksa dana ini lebih kecil dibanding SDBF.
Senior Executive Vice President Divisi Wealth Management BCA Christine Setyabudhi mengatakan, pemasaran dilakukan mulai awal Oktober 2020 dengan menghadirkan dua produk.
(Baca Juga: Wow! Bank BCA Hapus Posisi Back Office hingga Akuntan)
"Telah hadir dua produk yang dipasarkan, yakni Schroder Dynamic Balanced Fund dan Schroder Dana Kombinasi. Masing-masing memiliki selling point tersendiri dan memiliki keuntungan masing-masing pada tiap produk. Kedua produk ini mempunya track record yang baik dan dapat melengkapi kebutuhan investasi nasabah dengan waktu kurang-lebih 3 tahun," ungkap Christine melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (12/10/2020).
Kedua produk ini merupakan reksa dana campuran yang didalamnya terdiri dari efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang dan instrumen pasar uang termasuk deposito yang dikelola oleh tim investasi Schroders Indonesia.
Schroder Dynamic Balanced Fund (SDBF) adalah Reksa Dana yang bertujuan untuk memberikan pertumbuhan modal yang optimal dalam jangka panjang dan memiliki risiko moderat cenderung agresif. Sedangkan, Schroder Dana Kombinasi (SDK) memiliki risiko yang moderat dengan fluktuasi yang lebih terjaga, karena porsi saham di reksa dana ini lebih kecil dibanding SDBF.
Lihat Juga :