Janji Pemerintah, Industri Tekstil RI Masuk 5 Besar Dunia di 2030
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:25 WIB
Pemerintah menargetkan industri tekstil masuk peringkat 5 besar dunia di 2030. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah menargetkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional ditargetkan masuk peringkat lima besar pemain dunia pada tahun 2030. Hal itu sesuai peta jalan (roadmap) Industri 4.0 yang dibuat Kementerian Perindustrian.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan daya saing sektor ini tercermin dari kinerja ekspornya sepanjang tahun 2019 yang mencapai USD12,89 miliar, dan pada periode Januari-Juli 2020 telah menembus hingga USD6,15 miliar. "Selain itu, sebagai sektor padat karya, industri TPT di Indonesia telah menyerap tenaga kerja lebih dari 3,6 juta orang," kata dia di Jakarta, Minggu (18/10/2020).
Baca Juga: Kemenperin Beri 'Kursus' ke Industri Tekstil untuk Pacu Daya Saing
Kemenperin memfasilitasi kolaborasi antara industri skala besar dengan pelaku IKM untuk kemudahan memperoleh bahan baku melalui Indonesia Textile Industry Smart Hub & Material Center. "Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan ekspor melalui berbagai program, antara lain mendorong eksportir langsung, edukasi prosedur ekspor, jaminan ketersediaan bahan baku, fasilitasi pembiayaan kepada IKM, optimalisasi kemudahan KITE, pembuatan market brief, akses industri ke e-commerce global serta memfasilitasi pameran di dalam dan luar negeri," sebutnya.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan daya saing sektor ini tercermin dari kinerja ekspornya sepanjang tahun 2019 yang mencapai USD12,89 miliar, dan pada periode Januari-Juli 2020 telah menembus hingga USD6,15 miliar. "Selain itu, sebagai sektor padat karya, industri TPT di Indonesia telah menyerap tenaga kerja lebih dari 3,6 juta orang," kata dia di Jakarta, Minggu (18/10/2020).
Baca Juga: Kemenperin Beri 'Kursus' ke Industri Tekstil untuk Pacu Daya Saing
Kemenperin memfasilitasi kolaborasi antara industri skala besar dengan pelaku IKM untuk kemudahan memperoleh bahan baku melalui Indonesia Textile Industry Smart Hub & Material Center. "Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan ekspor melalui berbagai program, antara lain mendorong eksportir langsung, edukasi prosedur ekspor, jaminan ketersediaan bahan baku, fasilitasi pembiayaan kepada IKM, optimalisasi kemudahan KITE, pembuatan market brief, akses industri ke e-commerce global serta memfasilitasi pameran di dalam dan luar negeri," sebutnya.
Lihat Juga :