Duh Realisasi Anggaran PEN Baru 46,9%, Nih Sri Mulyani Kasih Rinciannya

Senin, 19 Oktober 2020 - 17:06 WIB
Dia menambahkan, perbaikan ekonomi masih berlanjut di bulan September. Meskipun PMI manufaktur mengalami sedikit kontraksi, namun konsumsi listrik, impor bahan baku dan modal, belanja bantuan sosial menunjukkan peningkatan. Sementara Indeks Keyakinan Konsumen dan ekspektasi konsumen terpantau tertahan (mtm).

(Baca Juga: Satu Data Indonesia Jadi Acuan Kesuksesan Program PEN )

Selanjutnya, ekspor dan impor bulan September 2020 menunjukkan tanda-tanda perbaikan atau tumbuh (secara mtm). Tumbuhnya ekspor disebabkan meningkatnya ekspor migas ke negara ASEAN yang mulai merelaksasi lockdown, dan nonmigas (CPO) terutama tujuan China yang mulai pulih.

Sedangkan impor didorong dari migas dan nonmigas. Akumulasi Neraca Perdagangan melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 5 bulan terakhir. "Likuiditas berlimpah seiring dengan masih terbatasnya kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!