Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Orang Kaya Terus Menabung, Artinya?
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:02 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ada yang menarik dari satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2020 ini. Salah satunya orang kaya banyak menabung di perbankan.
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, ketimpangan semakin meningkat karena orang kaya terus menabung di bank dengan lebih sedikit membelanjakan uangnya. Sementara itu masyarakat miskin tidak memiliki cukup tabungan. ( Baca juga:Habis 'Tiarap' 3 Bulan di Awal Pandemi, Ijin Usaha Mikro Lompat Tinggi Capai 200.000 )
"Pasca-pandemi, ketimpangan aset makin melebar," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (20/10/2020).
Dia melanjutka, neraca dagang mengalami surplus dalam lima bulan berturut-turut (Mei-September 2020), tapi surplus yang semu ini merupakan indikasi buruk bagi ekonomi karena lebih disebabkan oleh total impor yang terkontraksi -18,1%. Secara spesifik, impor bahan baku dan barang modal yang paling menurun karena industri manufaktur mengalami tekanan.
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, ketimpangan semakin meningkat karena orang kaya terus menabung di bank dengan lebih sedikit membelanjakan uangnya. Sementara itu masyarakat miskin tidak memiliki cukup tabungan. ( Baca juga:Habis 'Tiarap' 3 Bulan di Awal Pandemi, Ijin Usaha Mikro Lompat Tinggi Capai 200.000 )
"Pasca-pandemi, ketimpangan aset makin melebar," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (20/10/2020).
Dia melanjutka, neraca dagang mengalami surplus dalam lima bulan berturut-turut (Mei-September 2020), tapi surplus yang semu ini merupakan indikasi buruk bagi ekonomi karena lebih disebabkan oleh total impor yang terkontraksi -18,1%. Secara spesifik, impor bahan baku dan barang modal yang paling menurun karena industri manufaktur mengalami tekanan.
Lihat Juga :