Tantangan Inklusi Keuangan, Perluas Akses hingga Pelosok
Selasa, 20 Oktober 2020 - 22:47 WIB
Menurut Huda, diperlukan akselerasi yang cukup ekstrem dengan mengandalkan teknologi financial untuk mencapai inklusi keuangan yang 90% di 2024. Namun masih ada tantangan berupa ketimpangan pembangunan ekonomi digital di daerah. "Kita masih ada ketimpangan akses ekonomi digital. Bahkan di desa akses pengadaan internet masih sangat buruk di Indonesia tower tower juga masih rendah bahkan SDM juga rendah. Dan itu yang terjadi ketika kita mau mengharapkan ekonomi digital untuk dorong inklusi keuangan," papar dia.
Baca Juga: Meriahkan Bulan Inklusi Keuangan, MNC Asset Gandeng Indopremier Sekuritas Gelar Webinar Series 3
Huda juga menuturkan, masih terdapat gap ketimpangan infrastruktur ekonomi digital di Indonesia. "Kalau kita bicara ketimpangan di ekonomi digital kita bicara 3 aspek yakni infratruktur, SDM dan penggunaan. Nah penggunaan inilah sering kali belum optimal. Makanya harus ada campur tangan dari pelaku industri seperti fintech," ungkap dia.
Baca Juga: Meriahkan Bulan Inklusi Keuangan, MNC Asset Gandeng Indopremier Sekuritas Gelar Webinar Series 3
Huda juga menuturkan, masih terdapat gap ketimpangan infrastruktur ekonomi digital di Indonesia. "Kalau kita bicara ketimpangan di ekonomi digital kita bicara 3 aspek yakni infratruktur, SDM dan penggunaan. Nah penggunaan inilah sering kali belum optimal. Makanya harus ada campur tangan dari pelaku industri seperti fintech," ungkap dia.
(nng)
Lihat Juga :