Gandeng Roland Berger, Kemenparekraf Susun Strategi Baru Pariwisata Nasional
Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:58 WIB
"Ketika kita sudah bisa mencocokkan antara potensi destinasi dengan potensi market; pengembangan destinasi, produk, pengalaman, dan lain sebagainya itu, tentunya bisa disesuaikan dengan profiling market yang akhirnya bisa menghasikan spending yang besar serta length of stay yang lama, dan terutama menciptakan loyalitas, atau repeat traveler," jelas Angela.
Pada akhirnya, Indonesia menjadi top of mind atau pilihan terutama dalam berwisata. Selain itu, sambung Angela, dalam perencanaan tentunya perlu memperhatikan potensi yang menjadi keunikan dan daya tarik di Indonesia. Di antaranya, yaitu alam, budaya dan ekonomi kreatifnya.
Dengan demikian, potensi-potensi yang menjadi keunikan ini perlu menjadi bagian sentral dalam pengembangan destinasi dan produk pariwisata. Serta perlu ada strategi pelestarian yang bisa selaras dengan pemanfaatannya. Sehingga aset pariwisata dan pemanfaatan dari aset pariwisata bisa terus dirasakan sampai ke generasi mendatang. ( Baca juga: Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Jalani Sidang Perdana Besok )
Menurut dia, dalam perencanaan pembangunan pariwisata memang harus komprehensif, end to end. Contohnya ketika bicara suatu market, maka harus diiringi dengan strategi konektifitasnya, seperti ketersediaan dari direct flight ke market tersebut. Juga sampai kepada pengembangan sumber daya manusia yang harus direncanakan sesuai dengan target pengembangan industri.
Pada akhirnya, Indonesia menjadi top of mind atau pilihan terutama dalam berwisata. Selain itu, sambung Angela, dalam perencanaan tentunya perlu memperhatikan potensi yang menjadi keunikan dan daya tarik di Indonesia. Di antaranya, yaitu alam, budaya dan ekonomi kreatifnya.
Dengan demikian, potensi-potensi yang menjadi keunikan ini perlu menjadi bagian sentral dalam pengembangan destinasi dan produk pariwisata. Serta perlu ada strategi pelestarian yang bisa selaras dengan pemanfaatannya. Sehingga aset pariwisata dan pemanfaatan dari aset pariwisata bisa terus dirasakan sampai ke generasi mendatang. ( Baca juga: Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Jalani Sidang Perdana Besok )
Menurut dia, dalam perencanaan pembangunan pariwisata memang harus komprehensif, end to end. Contohnya ketika bicara suatu market, maka harus diiringi dengan strategi konektifitasnya, seperti ketersediaan dari direct flight ke market tersebut. Juga sampai kepada pengembangan sumber daya manusia yang harus direncanakan sesuai dengan target pengembangan industri.
(uka)
Lihat Juga :