Hadapi Krisis Energi, Pertamina Sudah Siapkan Resep Antisipasi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:19 WIB
“Bukan rahasia lagi. Ini sudah menjadi pemahaman publik bahwa produksi minyak mentah mengalami penurunan. Saya kira suatu fenomena yang natural dan alamiah. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan kita bisa menemukan cadangan baru lagi ataupun memanfaatkan teknologi sehingga produksi yang ada sekarang ini bisa ditahan atau ditingkatkan,” ujar Daniel dalam Webinar, Jakarta, Rabu (21/10/2020).
Dia bilang, manajemen Pertamina sudah mengantisipasi situasi tersebut. Soalnya, selama ini Pertamina yang menyediakan energi di sisi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) kepada masyarakat. Namun, Daniel mengakui bahwa supply atau ketersediaan sumber energi fosil saat ini tidak lagi mencukupi sehingga Indonesia akan terus bergantung kepada sumber energi di luar negeri.
Dalam mengurangi ketergantungan impor sumber energi, salah satu alternatif yang dilakukan Pertamina adalah memaksimalkan sumber daya yang dimiliki saat ini. Sumber daya tersebut seperti, solar sawit, dan penguatan hilirisasi batu bara. ( Baca juga: Esper: Rusia-China Coba Rebut Posisi Pemimpin Militer Dunia Milik AS )
“Gasifikasi batu bara ini pun sudah ada di dalam rencana Pertamina untuk bisa memproduksi pentanol untuk menggantikan LPG, dan juga metanol untuk sebagai campuran bahan bakar minyak untuk gasoline,” kata dia.
Bahkan, Pertamina tengah merumuskan ide ihwal rencana investasi di beberapa lahan atau cekungan yang belum dikelola saat ini. Langkah itu sekaligus mengurangi ketergantungan sumber energi bahan bakar minyak dan LPG dari fosil.
Dia bilang, manajemen Pertamina sudah mengantisipasi situasi tersebut. Soalnya, selama ini Pertamina yang menyediakan energi di sisi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) kepada masyarakat. Namun, Daniel mengakui bahwa supply atau ketersediaan sumber energi fosil saat ini tidak lagi mencukupi sehingga Indonesia akan terus bergantung kepada sumber energi di luar negeri.
Dalam mengurangi ketergantungan impor sumber energi, salah satu alternatif yang dilakukan Pertamina adalah memaksimalkan sumber daya yang dimiliki saat ini. Sumber daya tersebut seperti, solar sawit, dan penguatan hilirisasi batu bara. ( Baca juga: Esper: Rusia-China Coba Rebut Posisi Pemimpin Militer Dunia Milik AS )
“Gasifikasi batu bara ini pun sudah ada di dalam rencana Pertamina untuk bisa memproduksi pentanol untuk menggantikan LPG, dan juga metanol untuk sebagai campuran bahan bakar minyak untuk gasoline,” kata dia.
Bahkan, Pertamina tengah merumuskan ide ihwal rencana investasi di beberapa lahan atau cekungan yang belum dikelola saat ini. Langkah itu sekaligus mengurangi ketergantungan sumber energi bahan bakar minyak dan LPG dari fosil.
(uka)
Lihat Juga :