Hore! Pelni Kaji Kemungkinan Tambah Rute ke Pulau Morotai
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:25 WIB
Sebagai informasi, rute pelayaran KM Dorolonda, kapasitas angkut 2000 penumpang, saat ini adalah Tanjung Priok - Surabaya - Makassar - Bau Bau - Namlea - Ambon - Ternate - Bitung (PP). Disamping wisata, Masrul menambahkan, Pulau Morotai juga memiliki muatan beku tuna ekor kuning yang memiliki nilai jual ekspor.
"Dua tahun terakhir muatan beku tuna dari Morotai sudah rutin diangkut menggunakan kapal tol laut menuju Surabaya. Tapi tadi Bupati Benny mengungkapkan kemungkinan muatan beku tuna juga dikirim ke Bitung untuk dapat diekspor ke Jepang," ujarnya.
Sebagai catatan, pada tahun 2020, muatan beku yang dikirim dari Morotai dengan tujuan Surabaya menggunakan kapal tol laut mencapai 81 TEUs hingga awal Oktober ini. Pada tahun 2019, Morotai mampu mengirimkan 600 ton tuna beku kualitas ekspor ke Surabaya dengan tujuan Vietnam. Di pasaran, tuna tangkapan Morotai diharga USD9 per kilogram. Rata-rata ukuran tuna tangkapan nelayan di perairan Morotain dapat mencapai kisaran 70 kilogram per ekor.
Dari hasil kunjungan kerja ke Morotai, Masrul meyakini bahwa KM Dorolonda dapat sandar di Pelabuhan Morotai. Ini didasarkan pada hitungan KM Lognus 6 yang memikiki tonase bobot mati (deadweight tonnage) sekitar 9.000 ton, sementara DWT KM Dorolonda hanya 3000 ton. Sementara untuk panjang dermaga di Morotai mencapai 148 meter, dan KM Dorolonda dengan panjang 146 meter dan KM Lognus 6 hanya 122 meter.
"Secara hitungan kasar, KM Dorolonda samgat memungkinkan untuk sandar di Morotai. Hasil kunjungan kerja ini, berikut pemeriksaan kami ke dermaga penumpang, akan kami laporkan dan menjadi bahan evaluasi untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Bila diterima, KM Dorolonda dapat mulai berlayar ke Morotai mulai 2021," tutur Masrul.
"Dua tahun terakhir muatan beku tuna dari Morotai sudah rutin diangkut menggunakan kapal tol laut menuju Surabaya. Tapi tadi Bupati Benny mengungkapkan kemungkinan muatan beku tuna juga dikirim ke Bitung untuk dapat diekspor ke Jepang," ujarnya.
Sebagai catatan, pada tahun 2020, muatan beku yang dikirim dari Morotai dengan tujuan Surabaya menggunakan kapal tol laut mencapai 81 TEUs hingga awal Oktober ini. Pada tahun 2019, Morotai mampu mengirimkan 600 ton tuna beku kualitas ekspor ke Surabaya dengan tujuan Vietnam. Di pasaran, tuna tangkapan Morotai diharga USD9 per kilogram. Rata-rata ukuran tuna tangkapan nelayan di perairan Morotain dapat mencapai kisaran 70 kilogram per ekor.
Dari hasil kunjungan kerja ke Morotai, Masrul meyakini bahwa KM Dorolonda dapat sandar di Pelabuhan Morotai. Ini didasarkan pada hitungan KM Lognus 6 yang memikiki tonase bobot mati (deadweight tonnage) sekitar 9.000 ton, sementara DWT KM Dorolonda hanya 3000 ton. Sementara untuk panjang dermaga di Morotai mencapai 148 meter, dan KM Dorolonda dengan panjang 146 meter dan KM Lognus 6 hanya 122 meter.
"Secara hitungan kasar, KM Dorolonda samgat memungkinkan untuk sandar di Morotai. Hasil kunjungan kerja ini, berikut pemeriksaan kami ke dermaga penumpang, akan kami laporkan dan menjadi bahan evaluasi untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Bila diterima, KM Dorolonda dapat mulai berlayar ke Morotai mulai 2021," tutur Masrul.
Lihat Juga :