Sri Mulyani Bongkar Fakta Soal Aset Negara Hilang Diambil Swasta
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:15 WIB
"Semua melihat adalah komplek Senayan Gelora Bung Karno, dulu Presiden Soekarno itu membangun seluruh komplek itu sampai dengan manggalawa bakti TVRI, sampai pada Hotel Hilton. Semuanya termasuk Hotel Mulia, semuanya sampai Plaza Senayan, itu semuanya adalah semua komplek milik negara, kemayoran karena tidak pernah dibukukan," katanya.
(Baca Juga: Jangan Sampai Terbengkalai, Aset Negara Seperti TMII Perlu Dioptimalkan )
Menurut Sri Mulyani, pemerintah mesti jor-joran agar aset tersebut bisa kembali tercatat sebagai milik negara. Hal ini agar aset yang diambil swasta bisa kembali dikelola negara.
"Suatu saat terjadi kerja sama, tiba-tiba swasta sudah punya title, sehingga waktu kami mulai membuat pembukuan, Hotel Hilton itu sudah tidak ada dalam titlenya, kita hilang, dan sekarang jadi Hotel Sultan. Hotel Mulia itu kita harus fight sekali, untuk bisa titlenya tetap punya pemerintah tapi kerja samanya boleh swasta," tandasnya.
(Baca Juga: Jangan Sampai Terbengkalai, Aset Negara Seperti TMII Perlu Dioptimalkan )
Menurut Sri Mulyani, pemerintah mesti jor-joran agar aset tersebut bisa kembali tercatat sebagai milik negara. Hal ini agar aset yang diambil swasta bisa kembali dikelola negara.
"Suatu saat terjadi kerja sama, tiba-tiba swasta sudah punya title, sehingga waktu kami mulai membuat pembukuan, Hotel Hilton itu sudah tidak ada dalam titlenya, kita hilang, dan sekarang jadi Hotel Sultan. Hotel Mulia itu kita harus fight sekali, untuk bisa titlenya tetap punya pemerintah tapi kerja samanya boleh swasta," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :